The Flowers of War mengisahkan tentang sekelompok orang dari latar belakang yang berbeda, yang berusaha untuk tetap hidup di tengah perang yang berkecamuk di Cina. Kisah bermula ketika seorang pemilik rumah pemakaman dari Amerika, John Miller (Christian Bale), melakukan kunjungan ke Nanjing untuk melakukan proses pemakaman seorang kepala pendeta di wilayah tersebut. Ia datang tepat setelah kota tersebut diledakkan dan diinvasi oleh pasukan dari Jepang. Selang beberapa lama setelah Miller tiba di gereja si kepala pendeta, muncul sekelompok PSK yang sedang mencari tempat perlindungan. Mereka berusaha untuk masuk dan berlindung di dalam gereja, di mana Miller berada. Mereka sadar jika keberadaan Miller akan menolong mereka dari pasukan Jepang. Awalnya, sekelompok PSK ini tak dizikan masuk oleh murid-murid perempuan di gerja tersebut. Para murid tak ingin gereja mereka dikotori oleh para PSK, namun Miller berpendapat lain, yang membiarkan mereka masuk.

Suatu ketika, serdadu Jepang datang ke gereja dan hendak membawa pergi para murid perempuan untuk diperkosa. Hati Miller kemudian tergerak untuk melindungi mereka, dan ia menyamar menjadi pendeta di gereja tersebut untuk dapat menghentikan serangan pasukan Jepang di gereja. Dibantu oleh salah seorang ayah dari siswi gereja, Miller mulai merenovasi kembali sebuah truk muatan yang ada di gereja dengan tujuan membawa pergi siswi keluar dari Nanjing.

Hingga pada akhirnya, Kolonel Hasegawa (Watabe), masuk ke dalam gereja dan berjanji untuk menjaga gereja tersebut dengan menempatkan pasukan di luar gereja. Hasegawa kemudian meminta para siswi untuk bernyanyi untuknya. Setelah pertunjukkan tersebut, ia memberikan Miller sebuah undangan resmi agar para siswi tersebut bernyanyi di depan pasukan tentara Jepang pada perayaan kemenangan mereka. Merasa takut dengan keselamatan mereka, Miller sempat menolak, namun Hasegawa menekankan bahwa undangan tersebut adalah perintah, dan para gadis diharuskan untuk pergi keesokan harinya. Ia kemudian menghitung jumlah para gadis untuk memastikan bahwa semuanya hadir.

Mengetahui bahwa para gadis akan diperkosa setelah ‘menyanyi’, mereka merasa depresi dan memutuskan untuk bunuh diri ketimbang mereka harus diperkosa. Namun aksi mereka terhenti setelah Miller dan para PSK, termasuk pimpinan mereka, Yu Mo (Ni), membujukn ya untuk memikirkan jalan keluarnya bersama. Para PSK akhirnya mengorbankan nyawa mereka untuk bertukar tempat dengan para gadis. Keesokan paginya, para PSK yang menyamar menjadi siswi diangkut oleh tentara Jepang untuk pergi ke perayaan, sementara para siswi yang sebenarnya diselundupkan di bawah muatan anggur yang dibawa Miller keluar dari kota Nanjing.

Loading...
loading...

The Flowers of War mengisahkan tentang sekelompok orang dari latar belakang yang berbeda, yang berusaha untuk tetap hidup di tengah perang yang berkecamuk di Cina. Kisah bermula ketika seorang pemilik rumah pemakaman dari Amerika, John Miller (Christian Bale), melakukan kunjungan ke Nanjing untuk melakukan proses pemakaman seorang kepala pendeta di wilayah tersebut. Ia datang tepat setelah kota tersebut diledakkan dan diinvasi oleh pasukan dari Jepang. Selang beberapa lama setelah Miller tiba di gereja si kepala pendeta, muncul sekelompok PSK yang sedang mencari tempat perlindungan. Mereka berusaha untuk masuk dan berlindung di dalam gereja, di mana Miller berada. Mereka sadar jika keberadaan Miller akan menolong mereka dari pasukan Jepang. Awalnya, sekelompok PSK ini tak dizikan masuk oleh murid-murid perempuan di gerja tersebut. Para murid tak ingin gereja mereka dikotori oleh para PSK, namun Miller berpendapat lain, yang membiarkan mereka masuk.

Suatu ketika, serdadu Jepang datang ke gereja dan hendak membawa pergi para murid perempuan untuk diperkosa. Hati Miller kemudian tergerak untuk melindungi mereka, dan ia menyamar menjadi pendeta di gereja tersebut untuk dapat menghentikan serangan pasukan Jepang di gereja. Dibantu oleh salah seorang ayah dari siswi gereja, Miller mulai merenovasi kembali sebuah truk muatan yang ada di gereja dengan tujuan membawa pergi siswi keluar dari Nanjing.

Hingga pada akhirnya, Kolonel Hasegawa (Watabe), masuk ke dalam gereja dan berjanji untuk menjaga gereja tersebut dengan menempatkan pasukan di luar gereja. Hasegawa kemudian meminta para siswi untuk bernyanyi untuknya. Setelah pertunjukkan tersebut, ia memberikan Miller sebuah undangan resmi agar para siswi tersebut bernyanyi di depan pasukan tentara Jepang pada perayaan kemenangan mereka. Merasa takut dengan keselamatan mereka, Miller sempat menolak, namun Hasegawa menekankan bahwa undangan tersebut adalah perintah, dan para gadis diharuskan untuk pergi keesokan harinya. Ia kemudian menghitung jumlah para gadis untuk memastikan bahwa semuanya hadir.

Mengetahui bahwa para gadis akan diperkosa setelah ‘menyanyi’, mereka merasa depresi dan memutuskan untuk bunuh diri ketimbang mereka harus diperkosa. Namun aksi mereka terhenti setelah Miller dan para PSK, termasuk pimpinan mereka, Yu Mo (Ni), membujukn ya untuk memikirkan jalan keluarnya bersama. Para PSK akhirnya mengorbankan nyawa mereka untuk bertukar tempat dengan para gadis. Keesokan paginya, para PSK yang menyamar menjadi siswi diangkut oleh tentara Jepang untuk pergi ke perayaan, sementara para siswi yang sebenarnya diselundupkan di bawah muatan anggur yang dibawa Miller keluar dari kota Nanjing.

The Flowers of War (2011)Trailer
Actors
  • Country
  • Genre